Medan, BMS - Personel Unit Jahtanras Polrestabes Medan menangkap pelaku pembunuhan ibu rumah tangga penjual es yang mayatnya ditemukan di Jl. Klambir V Kelurahan Tanjunggusta Kecamatan Medan Helvetia.
Selanjutnya, JM alias Jo, yang tinggal di Jl. Medan Binjai Km 16 Diski, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara karena luka tembak.
Sebagai informasi yang diperoleh dari kantor polisi, tersangka JM alias Jo, yang juga dikenal sebagai Jo, ditangkap di tempat persembunyiannya di kawasan Jl. Ayahanda Kecamatan Medan Petisah pada hari Sabtu, 17 Juni. Dia terlihat keluar dari mobil korban di rekaman kamera CCTV di Jl. Klambir V.
Seorang saksi memberi tahu bahwa tersangka JM alias Jo ditangkap saat bersembunyi di rumah kakeknya di Jl. Ayahanda simpang Jl. Notes Kecamatan Medan Petisah.
Menurut keterangan saksi, JM, juga dikenal sebagai Jo, ditembak karena berusaha melarikan diri saat hendak ditangkap.
Ketika waspada.id menghubungi Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda dari Kapolrestabes Medan melalui whatsApp tentang penangkapan terduga pelaku pembunuhan, dia belum menjawab hingga pukul 20:13 pada hari Sabtu (17/6/2020).
Dua saksi, Sapta Kurniawan, suami korban Vonda Harianingsih, dan Armen, warga yang menemukan mobil korban di Jl. Klambir V., dimintai keterangan oleh penyidik Reskrim Polrestabes Medan pada Sabtu (17/6).
Menurut keluarganya, sebelum pembunuhan terjadi, korban terlihat berjualan es di bagian belakang mobil Avanza BK 1088 IW dan melayani pembeli.
Suami korban, Sapta Kurniawan, tiba di lokasi jualan istrinya sekitar pukul 12:00, tetapi tidak menemukan korban dan mobilnya. Menurut abang kandung korban, Aidil Haryanto, Yang ada hanya sepasang sandal dan kursi plastik tempat korban istirahat. Rabu (7/6)
Menurut Aidil, suami korban merasa curiga dan menghubungi anggota keluarganya untuk mengetahui di mana mobil berada.
Aidil menjelaskan, "Setelah dilacak melalui GPS, posisi mobil akhirnya diketahui berada di sekitar Pajak Kampunglalang dekat rel kereta api Klambir V Kelurahan Tanjunggusta Kecamatan Medan Helvetia."
Aidil mengatakan bahwa semua anggota keluarga melihat mobil korban dari jarak jauh dan menunggu siapa yang keluar dari dalamnya setelah mobil ditemukan.
Aidil mengatakan, "Setelah hampir dua jam, tidak ada orang yang keluar dari dalam mobil, sementara terlihat tetesan darah keluar dari celah pintu mobil, sehingga membuat pihak keluarga langsung mendekati dan memecahkan kaca pintu mobil. Kaca mobil pecah dan terlihat korban tewas bersimbah darah dengan kondisi mengenaskan."
Menurut warga sekitar, dua pria sebelumnya turun dari mobil korban dan langsung naik beca bermotor.