Karena Mahira adalah teman kami, kasus ini sudah lama tidak ditangani. Koordinator aksi, Dimas Aditya Sailendra, menyatakan, "Ini adalah bentuk kepedulian mahasiswa USU, dan kami akan melakukan aksi serupa dengan massa yang lebih besar jika tidak juga mendapatkan keadilan."
Massa juga menyatakan bahwa kematian Mahira sangat tidak wajar. Kepalanya menjadi tengkorak dan matanya hilang.
Keluarga korban menemukan Mahira Dinabila, teman kami, pertama kali pada Rabu 3 Mei 2023 lalu. Ungkapnya, "Tapi sampai saat ini, kasus teman kami ini masih misterius."
Selain itu, ibu Mahira Dinabila, yang dikenal sebagai Inur, menyatakan bahwa petugas kepolisian yang menangani kasus ini tidak melakukan pekerjaan mereka dengan cara yang sesuai dengan standar.
Kami menuntut keadilan, karena anak saya adalah seorang anak yang cerdas. Anak saya ini tidak akan bunuh diri. Inur menyatakan bahwa dia yakin anaknya dibunuh.